Tips Agar Mendapat Rank #1 di Google Panduan SEO yang Bisa Diterapkan
Tips agar mendapat Rank #1 di Google dimulai dengan memastikan halaman dapat di-crawl dan di-index, memilih keyword berdasarkan search intent, membuat konten yang lebih membantu dibanding kompetitor, memperkuat internal link, memperbaiki technical SEO, meningkatkan pengalaman pengguna, serta membangun authority secara natural.
Tidak ada tombol khusus yang membuat website langsung berada di posisi pertama. Sahabat Juara perlu membangun beberapa sinyal SEO secara bersamaan lalu mengevaluasi hasilnya melalui data aktual.
Google sendiri menjelaskan bahwa SEO membantu mesin pencari memahami konten sekaligus membantu pengguna menemukan sebuah situs. Namun Google juga menegaskan bahwa mengikuti praktik SEO tidak memberikan jaminan suatu website pasti mendapatkan posisi tertentu. (Google for Developers)
Karena itu, target Rank #1 Google sebaiknya diperlakukan sebagai hasil dari proses optimasi, bukan sesuatu yang bisa dijanjikan hanya dengan satu trik.
Bagaimana JasaSEOJuara.com Membantu Website Mengejar Halaman Pertama Google?
JasaSEOJuara.com membantu pemilik website mencari hambatan yang menghalangi pertumbuhan ranking, mulai dari indexing, keyword, struktur konten, internal linking, performa halaman, hingga strategi authority.
Banyak website sebenarnya sudah memiliki artikel.
Masalahnya, artikel tersebut terkadang tidak mempunyai struktur keyword yang jelas, tidak mendapat internal link, mengalami cannibalization, atau bahkan belum masuk indeks Google.
Website lain menggunakan banyak gambar berukuran besar sehingga halaman terasa lambat. Kondisi seperti ini sering terjadi pada website toko online, fotografi, portfolio desain, gaming, dan portal wallpaper.
Karena itu, pekerjaan SEO tidak cukup hanya memasukkan keyword ke artikel.
Melalui jasa SEO professional, pemilik website dapat mengevaluasi masalah dari sisi content, technical SEO, dan struktur situs sebelum menentukan strategi selanjutnya.
Jika website Sahabat Juara banyak menggunakan banner, foto produk, artwork, atau wallpaper berkualitas tinggi, proses optimasi gambar dan SEO website juga perlu diperhatikan agar kualitas visual tidak mengorbankan performa.
1. Bagaimana Google Menemukan dan Menentukan Halaman?

Sebelum mengejar posisi #1, halaman harus terlebih dahulu dapat ditemukan, di-crawl, diproses, dan memenuhi syarat untuk muncul di hasil pencarian Google.
Google menggunakan crawler untuk menemukan halaman di internet. Bahkan sebagian besar situs yang muncul di Search ditemukan secara otomatis ketika crawler mengikuti halaman dan link yang tersedia di web. (Google for Developers)
Karena itu, pertanyaan pertama bukan:
“Berapa backlink yang harus saya buat?”
Melainkan:
“Apakah Google sudah dapat menemukan dan mengindeks halaman saya?”
Periksa:
- status indexing;
- robots.txt;
- meta robots;
- canonical;
- sitemap XML;
- HTTP status;
- internal link;
- redirect;
- halaman 404;
- orphan page.
Google menyediakan dokumentasi crawling dan indexing karena tahap tersebut merupakan bagian fundamental dari kemampuan halaman untuk tampil di Search. (Google for Developers)
Google Search Central – How Google Search Works:
https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/how-search-works
2. Pastikan URL Sudah Terindeks Sebelum Mengejar Ranking

Halaman yang belum terindeks tidak mempunyai kesempatan mendapatkan posisi organik untuk keyword target.
Buka Google Search Console → URL Inspection.
Masukkan URL artikel yang ingin Sahabat Juara cek.
Perhatikan apakah Google menampilkan:
URL is on Google
atau status yang menunjukkan halaman belum terindeks.
Jika halaman baru dan secara teknis memenuhi syarat, gunakan Request Indexing melalui URL Inspection.
Namun jangan melakukan request berkali-kali.
Google menyatakan bahwa terdapat kuota untuk pengiriman URL dan meminta recrawl berulang kali pada URL yang sama tidak membuat crawling berlangsung lebih cepat. (Google for Developers)
Sumber:
https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/ask-google-to-recrawl
Jika banyak artikel sulit masuk indeks, Sahabat Juara dapat menggunakan audit SEO website gratis untuk mengecek apakah masalah berasal dari indexing, canonical, sitemap, internal link, atau konfigurasi website.
3. Bagaimana Memilih Keyword yang Lebih Mudah Rank?

Pilih keyword berdasarkan relevansi, search intent, kompetisi SERP, serta hubungan keyword tersebut dengan tujuan bisnis website. Jangan mengejar search volume saja.
Misalnya website baru menargetkan:
SEO
Keyword tersebut sangat luas.
Sebaliknya:
cara audit SEO website WordPress
mempunyai kebutuhan yang lebih jelas.
Kemudian untuk bisnis lokal:
jasa audit SEO website Medan
memiliki intent komersial yang semakin spesifik.
Contoh Keyword Mapping
| Keyword | Intent | Jenis Halaman |
|---|---|---|
| tips rank 1 Google | Informational | Pillar article |
| cara artikel masuk Google | Informational | Tutorial |
| website tidak terindex | Problem solving | Tutorial |
| audit SEO Medan | Commercial | Service page |
| jasa SEO Medan | Transactional | Landing page |
| SEO agency terbaik Medan | Commercial Investigation | Pillar/service |
Sebelum menulis, cari keyword tersebut di Google.
Perhatikan jenis halaman yang mendominasi SERP.
Jika delapan dari sepuluh hasil teratas berupa artikel tutorial, jangan memaksa product page untuk mengejar intent yang sama.
Sebaliknya, jika mayoritas hasil merupakan landing page jasa, membuat artikel informasional sepanjang 5.000 kata belum tentu menjadi format terbaik.
Cocokkan halaman dengan intent.
4. Apakah Artikel Panjang Lebih Mudah Rank #1?

Tidak. Artikel panjang tidak otomatis lebih mudah mendapatkan ranking jika isinya berulang, tidak menjawab intent, atau tidak memberikan informasi tambahan yang berguna.
Google menekankan pembuatan helpful, reliable, people-first content, yaitu konten yang dibuat terutama untuk membantu manusia, bukan sekadar memanipulasi ranking. (Google for Developers)
Artinya, jangan menambahkan 1.500 kata hanya karena kompetitor mempunyai artikel panjang.
Tambahkan pembahasan ketika memang memberikan nilai.
Untuk artikel mengenai cara mendapatkan ranking, pembaca mungkin membutuhkan jawaban mengenai:
keyword, indexing, Search Console, title, content, internal link, backlink, page speed, image SEO, mobile SEO, serta evaluasi performa.
Jika seluruh pertanyaan tersebut sudah dijawab secara jelas dalam 2.000 kata, tidak perlu memaksanya menjadi 5.000 kata.
Google – Creating Helpful, Reliable, People-First Content:
https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/creating-helpful-content
Google menjelaskan bahwa sistem rankingnya dibuat untuk memprioritaskan informasi yang membantu dan dapat dipercaya serta dibuat untuk manusia. (Google for Developers)
5. Bagaimana Membuat Opening yang Berpeluang Mendapat Featured Snippet?

Jawab pertanyaan utama langsung pada bagian awal artikel dalam sekitar 40–60 kata, kemudian lanjutkan dengan penjelasan lebih mendalam.
Jangan membuka artikel dengan lima paragraf basa-basi.
Jika keyword-nya:
cara artikel masuk halaman 1 Google
jawab langsung:
Untuk meningkatkan peluang artikel masuk halaman 1 Google, pastikan URL terindeks, cocokkan artikel dengan search intent, optimalkan title dan heading, gunakan internal link, perbaiki technical SEO, bangun authority, serta pantau impressions, clicks, CTR, dan posisi melalui Search Console.
Kemudian jelaskan setiap langkahnya.
Struktur seperti ini membantu manusia mendapatkan jawaban dengan cepat dan membuat isi halaman lebih mudah dipindai.
6. Optimalkan SEO Title tetapi Jangan Keyword Stuffing

Title harus menjelaskan apa yang diperoleh pengguna setelah membuka halaman.
Contoh buruk:
SEO Google | SEO Rank | Rank 1 Google | Tips SEO Google
Contoh lebih baik:
Tips Rank #1 Google: Panduan SEO Halaman Pertama
Google secara khusus menyarankan pemilik website menghindari keyword stuffing pada title karena pengulangan yang berlebihan dapat terlihat spammy bagi Google dan pengguna. (Google for Developers)
Karena itu, satu penggunaan keyword yang kuat jauh lebih baik daripada mengulangnya empat kali.
7. Gunakan Internal Link untuk Mendorong Halaman Prioritas

Apakah Internal Link Membantu SEO?
Ya. Internal link membantu Google menemukan halaman lain serta memberikan konteks mengenai hubungan dan relevansi antarkonten.
Google menyatakan bahwa link digunakan sebagai sinyal untuk memahami relevansi halaman dan untuk menemukan URL baru yang dapat di-crawl. (Google for Developers)
Karena itu, jangan membuat artikel berdiri sendirian.
Misalnya struktur website:
Pillar: Belajar SEO
↓
Keyword Research
↓
On-Page SEO
↓
Technical SEO
↓
Audit SEO Website
Kemudian hubungkan artikel-artikel tersebut secara kontekstual.
Anchor juga harus jelas.
Kurang bagus:
klik di sini
Lebih baik:
panduan technical SEO
atau:
cara audit indexing website
Google juga menjelaskan bahwa anchor text yang baik membantu pengguna dan Google memahami halaman tujuan sebuah link. (Google for Developers)
External Reference
https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/links-crawlable
8. Bangun Topical Authority, Bukan Artikel Acak

Website yang ingin dikenal kuat dalam SEO sebaiknya mempunyai pembahasan mendalam dalam satu ekosistem topik.
Contohnya:
Pillar: SEO
Kemudian cluster:
- keyword research;
- On-Page SEO;
- Technical SEO;
- Local SEO;
- link building;
- Core Web Vitals;
- indexing;
- Search Console;
- SEO WordPress;
- audit website.
Hubungkan semuanya melalui internal link.
Cara ini membuat pengguna dapat berpindah dari pembahasan dasar menuju pembahasan yang semakin spesifik.
Sebaliknya, menerbitkan artikel tentang SEO hari ini, resep besok, berita selebriti lusa, dan wallpaper keesokan harinya akan membuat positioning website kurang jelas jika situs memang bertujuan menjadi sumber SEO.
Google bahkan memasukkan pertanyaan apakah situs memiliki primary purpose or focus dalam panduan evaluasi people-first content mereka. (Google for Developers)
9. Mengapa Technical SEO Penting untuk Ranking Google?

Technical SEO memastikan Google dapat mengakses, merender, memahami, dan mengindeks halaman yang ingin Sahabat Juara tampilkan di hasil pencarian.
Beberapa elemen penting meliputi:
- sitemap XML;
- canonical;
- robots.txt;
- meta robots;
- HTTPS;
- redirect;
- crawlability;
- indexing;
- mobile compatibility;
- structured data;
- Core Web Vitals.
Misalnya artikel berkualitas tinggi mempunyai canonical yang menunjuk ke halaman lain.
Google dapat menganggap URL lain sebagai versi utama.
Atau sebuah halaman tanpa sengaja mempunyai:
noindex
Dalam situasi tersebut, menambah 20 backlink bukan langkah pertama yang tepat.
Perbaiki technical issue lebih dahulu.
10. Apakah Kecepatan Website Membantu Ranking?
Kecepatan dan pengalaman halaman merupakan bagian penting dari kualitas website, tetapi mendapatkan skor sempurna PageSpeed tidak otomatis membuat halaman berada di posisi #1.
Google menyebut Core Web Vitals sebagai metrik pengalaman pengguna nyata yang mengukur loading performance, responsiveness, dan visual stability. (Google for Developers)
Target yang direkomendasikan Google adalah:
| Metrik | Target Baik |
|---|---|
| LCP | ≤ 2,5 detik |
| INP | < 200 ms |
| CLS | < 0,1 |
External Link
https://developers.google.com/search/docs/appearance/core-web-vitals
Google juga menjelaskan bahwa page experience tidak boleh dinilai hanya dari satu atau dua sinyal. Bahkan hasil Core Web Vitals yang bagus saja tidak menjamin ranking teratas. (Google for Developers)
Jadi, jangan mengejar skor 100 sambil mengabaikan kualitas halaman.
11. Bagaimana Optimasi Gambar Membantu SEO?
Website toko online, gaming, desain, fotografi, dan wallpaper biasanya memiliki aset visual lebih berat daripada website berbasis teks.
Masalah muncul ketika file 4K atau 8K langsung digunakan sebagai gambar hero kecil.
Contohnya, jangan menggunakan wallpaper 7680×4320 jika gambar hanya tampil selebar 900 piksel.
Kompres gambar.
Sesuaikan dimensinya.
Gunakan format modern jika cocok.
Kemudian buat filename dan alt text yang deskriptif.
Contoh:
Filename:
tips-rank-1-google.webp
Alt text:
dashboard SEO untuk meningkatkan ranking Google
Hindari:
seo google seo rank 1 seo terbaik rank google seo
Google secara eksplisit meminta pemilik situs menghindari keyword stuffing pada alt attributes dan menyarankan alt text yang berguna, kaya informasi, serta sesuai konteks halaman. (Google for Developers)
External Reference
https://developers.google.com/search/docs/appearance/google-images
12. Pastikan Website Nyaman di Mobile
Apakah Mobile SEO Masih Penting?
Ya. Google menggunakan versi mobile sebuah situs untuk indexing dan ranking melalui mobile-first indexing. (Google for Developers)
Karena itu, jangan hanya mengecek tampilan melalui desktop.
Periksa:
- font;
- tombol;
- menu;
- gambar;
- pop-up;
- tabel;
- spacing;
- CTA;
- kecepatan mobile.
Artikel dengan paragraf sangat panjang juga sulit dibaca melalui smartphone.
Karena itu, artikel ini menggunakan paragraf pendek agar pembaca dapat memindai informasi dengan lebih nyaman.
External Link
13. Apakah Backlink Masih Membantu Mendapat Rank #1?
Backlink dapat membantu membangun discovery, relevansi, dan authority, tetapi link harus diperoleh atau dibangun secara relevan dan tidak dibuat sekadar untuk memanipulasi ranking.
Google menggunakan link sebagai salah satu sinyal relevansi halaman. (Google for Developers)
Namun jangan mengartikan hal itu sebagai:
semakin banyak backlink, semakin pasti Rank #1.
Satu link kontekstual dari website yang benar-benar relevan dapat mempunyai konteks yang jauh lebih masuk akal dibanding ratusan link acak.
Carilah peluang melalui:
guest contribution berkualitas, partner bisnis, resource page, digital PR, komunitas industri, direktori bisnis yang relevan, studi kasus, atau artikel yang benar-benar menjadikan konten Anda sebagai referensi.
Google Spam Policies juga melarang praktik link dan keyword yang dibuat untuk memanipulasi ranking. (Google for Developers)
External Link
https://developers.google.com/search/docs/essentials/spam-policies
14. Update Artikel yang Sudah Berada di Posisi 8–20
Salah satu peluang SEO terbaik terkadang bukan membuat artikel baru.
Cari artikel lama yang sudah hampir masuk halaman pertama.
Buka:
Google Search Console → Performance → Search Results
Kemudian cari halaman dengan:
- impressions sudah tinggi;
- posisi rata-rata 8–20;
- CTR rendah;
- keyword relevan;
- traffic mulai muncul.
Setelah menemukannya, lakukan evaluasi.
Perbaiki title jika CTR rendah.
Tambahkan section jika ada search intent yang belum terjawab.
Beri internal link dari artikel yang lebih kuat.
Perbarui informasi lama.
Perbaiki gambar dan performa.
Kadang halaman posisi 11 jauh lebih layak diprioritaskan dibanding membuat halaman baru dari nol.
15. Bagaimana AEO dan GEO Membantu Visibility di AI Search?
Untuk Google, fondasi SEO tetap relevan bagi fitur pencarian generative AI. Tidak diperlukan trik AEO atau GEO khusus untuk menggantikan SEO dasar.
Google menjelaskan bahwa fitur generative AI Search tetap menggunakan sistem ranking dan quality systems inti Google. Google juga menyatakan AEO dan GEO pada dasarnya tetap berhubungan dengan optimasi pengalaman pencarian. (Google for Developers)
Karena itu, fokus pada:
jawaban jelas, pengalaman nyata, informasi unik, struktur teknis yang baik, gambar berkualitas, sumber tepercaya, dan halaman yang dapat di-crawl.
Google juga memperingatkan agar pemilik situs tidak mengejar terlalu banyak variasi halaman hanya untuk memanipulasi query atau AI responses. (Google for Developers)
External Link
https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/ai-optimization-guide
16. Jangan Terobsesi dengan Keyword Density
Keyword harus muncul di lokasi penting:
title, H1, pembukaan, beberapa heading yang relevan, body content, slug, meta description, dan alt text jika memang sesuai.
Namun jangan mengulangnya secara mekanis.
Google mendefinisikan keyword stuffing sebagai praktik memasukkan keyword atau angka secara berlebihan dengan tujuan memanipulasi ranking. (Google for Developers)
Contoh buruk:
Tips rank 1 Google terbaik adalah tips rank Google yang membuat rank Google menjadi rank 1 Google.
Gunakan semantic keyword.
Contohnya:
meningkatkan ranking organik
masuk halaman pertama Google
meningkatkan visibility website
optimasi SEO halaman
meningkatkan posisi keyword
Tulisan akan terasa jauh lebih natural.
17. Bagaimana Cara Menilai Kompetitor yang Sudah Rank #1?
Jangan hanya menyalin jumlah kata mereka.
Analisis:
- Apa search intent halaman tersebut?
- Apa struktur H2 dan H3-nya?
- Pertanyaan apa yang mereka jawab?
- Apakah memiliki video atau gambar?
- Bagaimana internal link mereka?
- Apakah halaman memiliki bukti pengalaman?
- Apakah informasi masih terbaru?
- Apa yang belum mereka jelaskan?
Kemudian cari content gap.
Jika lima halaman teratas hanya memberikan tips umum, Sahabat Juara dapat menambahkan screenshot audit, contoh masalah indexing, workflow nyata, checklist, studi kasus, atau data Search Console.
Tujuannya bukan menulis ulang kompetitor.
Tujuannya membuat resource yang lebih berguna.
18. Bagaimana E-E-A-T Diterapkan pada Artikel SEO?
E-E-A-T mengarah pada Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness.
Jangan hanya menulis:
Internal link penting untuk SEO.
Tunjukkan penerapannya.
Misalnya:
Setelah menerbitkan artikel baru, hubungkan artikel tersebut dari pillar page dan 2–3 artikel relevan agar pengguna serta crawler mempunyai jalur yang jelas menuju URL baru.
Tambahkan:
- nama penulis;
- profil author;
- pengalaman;
- tanggal update;
- sumber data;
- screenshot;
- studi kasus;
- About Us;
- halaman Contact;
- referensi resmi.
Google mendorong konten yang menunjukkan pengalaman langsung dan kedalaman pengetahuan serta memiliki manfaat nyata bagi audience. (Google for Developers)
19. Berapa Lama Agar Website Bisa Rank #1 Google?
Tidak ada waktu pasti untuk mendapatkan Rank #1 karena setiap keyword mempunyai tingkat kompetisi, intent, SERP, authority, dan kondisi website yang berbeda.
Google juga menyatakan bahwa tidak semua perubahan SEO akan menghasilkan dampak yang terlihat dan menyarankan pemilik website melakukan iterasi untuk melihat apakah perubahan memberikan hasil. (Google for Developers)
Jadi jangan menilai SEO hanya sehari setelah publish.
Gunakan data.
Perhatikan:
Impressions → Position → CTR → Clicks → Leads → Conversion
Jika impressions meningkat tetapi clicks rendah, periksa title dan snippet.
Jika impressions tidak bertambah, evaluasi indexing, keyword, search intent, dan authority.
Jika traffic naik tetapi leads tidak berubah, masalah mungkin terdapat pada CTA atau landing page.
20. Apa Urutan Optimasi untuk Mengejar Halaman Pertama Google?
Untuk Sahabat Juara yang baru memulai, gunakan urutan berikut:
- Cek indexing
- Audit technical SEO
- Tentukan keyword
- Analisis search intent
- Analisis SERP
- Buat atau perbaiki konten
- Optimalkan title dan heading
- Tambahkan internal link
- Optimalkan gambar
- Periksa mobile
- Perbaiki Core Web Vitals
- Bangun backlink relevan
- Submit sitemap/Search Console
- Pantau impressions
- Update berdasarkan data
Jangan membalik proses dengan membeli backlink terlebih dahulu lalu baru menyadari halaman target belum terindeks.
FAQ Tips Agar Mendapat Rank #1 di Google
Apakah ada cara agar pasti Rank #1 Google?
Tidak ada metode SEO yang dapat menjamin posisi #1.
Google menyatakan Search Essentials membantu meningkatkan kelayakan dan peluang sebuah situs muncul di hasil pencarian, tetapi tidak memberikan jaminan indexing atau ranking tertentu. (Google for Developers)
Apakah artikel baru harus langsung disubmit ke Search Console?
Sahabat Juara dapat meminta indexing melalui URL Inspection untuk beberapa URL penting.
Namun Google menyebut permintaan yang dilakukan berulang kali tidak mempercepat crawling. (Google for Developers)
Pastikan sitemap dan internal link juga bekerja dengan baik.
Berapa banyak backlink yang diperlukan untuk Rank #1?
Tidak ada angka baku.
Kebutuhan setiap keyword berbeda.
Fokus pada relevansi, kualitas website sumber, konteks anchor, dan alasan logis mengapa sebuah website memberikan link.
Apakah Yoast hijau berarti artikel akan Rank #1?
Tidak.
Yoast membantu mengevaluasi beberapa elemen on-page dan readability.
Google tidak menggunakan skor lampu hijau Yoast sebagai ranking system.
Apakah Core Web Vitals bisa langsung membuat Rank #1?
Tidak.
Core Web Vitals merupakan bagian dari pengalaman halaman, tetapi skor yang baik sendiri tidak menjamin ranking teratas. (Google for Developers)
Konten, relevansi, technical SEO, authority, dan faktor lainnya tetap perlu diperhatikan.
Apakah artikel harus 2.000 kata?
Tidak selalu.
Gunakan panjang yang diperlukan untuk menjawab kebutuhan pengguna dengan lengkap.
Google menekankan people-first content, bukan konten yang dipanjangkan semata-mata demi Search. (Google for Developers)
Kesimpulan
Jika Sahabat Juara ingin meningkatkan peluang mendapat Rank #1 di Google, fokus pada fondasi berikut:
- Pastikan URL dapat di-crawl dan di-index.
- Tentukan keyword berdasarkan search intent.
- Analisis halaman yang sudah menguasai SERP.
- Buat konten lebih lengkap dan lebih berguna.
- Gunakan title, heading, dan semantic keyword secara natural.
- Bangun internal linking yang kuat.
- Perbaiki technical SEO.
- Optimalkan gambar dan Core Web Vitals.
- Pastikan pengalaman mobile nyaman.
- Bangun backlink yang relevan.
- Hindari keyword stuffing dan link spam.
- Gunakan Search Console sebagai dasar evaluasi.
- Update artikel yang sudah mendekati halaman pertama.
- Bangun E-E-A-T melalui pengalaman dan sumber tepercaya.
- Gunakan fondasi SEO yang sama untuk Search, AEO, dan GEO.
Rank #1 bukan hasil dari satu trik.
Ranking yang kuat biasanya muncul ketika technical SEO, content, internal linking, authority, dan user experience saling mendukung.
Ingin Website Anda Punya Peluang Lebih Besar Masuk Halaman Pertama?
Jika Sahabat Juara sudah membuat banyak artikel tetapi ranking masih tertahan, jangan langsung menambah puluhan konten baru.
Temukan penyebabnya terlebih dahulu.
JasaSEOJuara.com dapat membantu mengevaluasi indexing, keyword mapping, struktur website, technical SEO, internal linking, content gap, performa halaman, hingga peluang peningkatan keyword.
Mulailah dengan audit SEO website gratis untuk mengetahui bagian mana yang paling membutuhkan perbaikan.
Setelah masalah terlihat, strategi menjadi lebih jelas:
Audit → Prioritas → Optimasi → Indexing → Monitoring → Update → Scale.